Kebun Sengon | Jenjeng (Albasia)

Jual Kebun Sengon/Jenjeng (Albasia) di bukit arroyan juga tersedia artikel tentang cara bagaimana menanam serta analisa usahanya

Jarak Kepyar(Peluang Usaha)

Peluang Usaha Menguntungkan, Jarak Kepyar Komoditas pertanian bidang hrotikultura dengan penanaman sekali panen terus-terusan

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Showing posts with label komposisi. Show all posts
Showing posts with label komposisi. Show all posts

Tuesday, June 14, 2011

Pupuk Organik Cair | Kompos

Pupuk Organik Super M dan Pupuk Bio Kompos

Arroyan membuat dua jenis : Pupuk cair dan Pupuk kompos, dimana yang cair kami beri nama Pupuk Organik Super M dan satunya lagi kami beri nama Pupuk Bio Kompos.

Untuk Melihat Harga Silahkan Disini

PUPUK ORGANIK DAN PUPUK HAYATI (ORGANIC FERTILIZER AND BIOFERTILIZER)

Pupuk organik adalah nama kolektif untuk semua jenis bahan organik asal tanaman dan hewan yang dapat dirombak menjadi hara tersedia bagi tanaman. Dalam Permentan No.2/Pert/Hk.060/2/2006, tentang pupuk organik dan pembenah tanah, dikemukakan bahwa pupuk organik adalah pupuk yang sebagian besar atau seluruhnya terdiri atas bahan organik yang berasal dari tanaman dan atau hewan yang telah melalui proses rekayasa, dapat berbentuk padat atau cair yang digunakan mensuplai bahan organik untuk memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Definisi tersebut menunjukkan bahwa pupuk organik lebih ditujukan kepada kandungan C-organik atau bahan organik daripada kadar haranya; nilai C-organik itulah yang menjadi pembeda dengan pupuk anorganik. Bila C-organik rendah dan tidak masuk dalam ketentuan pupuk organik maka diklasifikasikan sebagai pembenah tanah organik. Pembenah tanah atau soil ameliorant menurut SK Mentan adalah bahan-bahan sintesis atau alami, organik atau mineral.

Sumber bahan organik dapat berupa kompos, pupuk hijau, pupuk kandang, sisa panen (jerami, brangkasan, tongkol jagung, bagas tebu, dan sabut kelapa), limbah ternak, limbah industri yang menggunakan bahan pertanian, dan limbah kota. Kompos merupakan produk pembusukan dari limbah tanaman dan hewan hasil perombakan oleh fungi, aktinomiset, dan cacing tanah. Pupuk hijau merupakan keseluruhan tanaman hijau maupun hanya bagian dari tanaman seperti sisa batang dan tunggul akar setelah bagian atas tanaman yang hijau digunakan sebagai pakan ternak. Sebagai contoh pupuk hijau ini adalah sisa–sisa tanaman, kacang-kacangan, dan tanaman paku air Azolla. Pupuk kandang merupakan kotoran ternak.

Limbah ternak merupakan limbah dari rumah potong berupa tulang-tulang, darah, dan sebagainya. Limbah industri yang menggunakan bahan pertanian merupakan limbah berasal dari limbah pabrik gula, limbah pengolahan kelapa sawit, penggilingan padi, limbah bumbu masak, dan sebagainya. Limbah kota yang dapat menjadi kompos berupa sampah kota yang berasal dari tanaman, setelah dipisah dari bahan-bahan yang tidak
dapat dirombak misalnya plastik, kertas, botol, dan kertas. Istilah pupuk hayati digunakan sebagai nama kolektif untuk semua kelompok fungsional mikroba tanah yang dapat berfungsi sebagai penyedia hara dalam tanah, sehingga dapat tersedia bagi tanaman. Pemakaian istilah ini relatif baru dibandingkan dengan saat penggunaan salah satu jenis pupuk hayati komersial pertama di dunia yaitu inokulan Rhizobium yang sudah lebih dari 100 tahun yang lalu. Pupuk hayati dalam buku ini dapat didefinisikan sebagai inokulan berbahan aktif organisme hidup yang berfungsi untuk menambat hara tertentu atau memfasilitasi tersedianya hara dalam tanah bagi tanaman. Memfasilitasi tersedianya hara ini dapat berlangsung melalui peningkatan akses tanaman terhadap hara misalnya oleh cendawan mikoriza arbuskuler, pelarutan oleh mikroba pelarut fosfat, maupun perombakan oleh fungi, aktinomiset atau cacing tanah. Penyediaan hara ini berlangsung melalui hubungan simbiotis atau nonsimbiotis. Secara simbiosis berlangsung dengan kelompok tanaman tertentu atau dengan kebanyakan tanaman, sedangkan nonsimbiotis berlangsung melalui penyerapan hara hasil pelarutan oleh kelompok mikroba pelarut fosfat, dan hasil perombakan bahan organik oleh kelompok organisme perombak.
Kelompok mikroba simbiotis ini terutama meliputi bakteri bintil akar dan cendawan mikoriza. Penambatan N2 secara simbiotis dengan tanaman kehutanan yang bukan legum oleh aktinomisetes genus Frankia di luar cakupan buku ini. Kelompok cendawan mikoriza yang tergolong ektomikoriza juga di luar cakupan baku ini, karena kelompok ini hanya bersimbiosis dengan berbagai tanaman kehutanan. Kelompok endomikoriza yang akan dicakup dalam buku ini juga hanya cendawan mikoriza vesikulerabuskuler, yang banyak mengkolonisasi tanaman-tanaman pertanian.

Kelompok organisme perombak bahan organik tidak hanya mikrofauna tetapi ada juga makrofauna (cacing tanah). Pembuatan vermikompos melibatkan cacing tanah untuk merombak berbagai limbah seperti limbah pertanian, limbah dapur, limbah pasar, limbah ternak, dan limbah industri yang berbasis pertanian. Kelompok organisme perombak ini dikelompokkan sebagai bioaktivator perombak bahan organik. Sejumlah bakteri penyedia hara yang hidup pada rhizosfir akar (rhizobakteri) disebut sebagai rhizobakteri pemacu tanaman (plant growthpromoting rhizobacteria=PGPR). Kelompok ini mempunyai peranan ganda di samping (1) menambat N2, juga; (2) menghasilkan hormon tumbuh (seperti IAA, giberelin, sitokinin, etilen, dan lain-lain); (3) menekan penyakit tanaman asal tanah dengan memproduksi siderofor glukanase, kitinase, sianida; dan (4) melarutkan P dan hara lainnya (Cattelan et al., 1999; Glick et al., 1995; Kloepper, 1993; Kloepper et al., 1991). Sebenarnya tidak hanya kelompok ini yang memiliki peranan ganda (multifungsi) tetapi juga kelompok mikroba lain seperti cendawan mikoriza. Cendawan ini selain dapat meningkatkan serapan hara, juga dapat meningkatkan ketahanan tanaman terhadap penyakit terbawa tanah, meningkatkan toleransi tanaman terhadap
kekeringan, menstabilkan agregat tanah, dan sebagainya, tetapi berdasarkan hasil-hasil penelitian yang ada peranan sebagai penyedia hara lebih menonjol daripada peranan-peranan lain. Pertanyaan yang mungkin timbul ialah apakah multifungsi suatu mikroba tertentu apabila digunakan sebagai inokulan dapat terjadi secara bersamaan, sehingga tanaman yang diinokulasi dapat memperoleh manfaat multifungsi mikroba tersebut.

Kebanyakan kesimpulan tersebut berasal dari penelitian-penelitian terpisah, misalnya pengaruh terhadap serapan hara pada suatu percobaan, dan pengaruh terhadap toleransi kekeringan pada percobaan lain. Mungkin sekali fungsi-fungsi tersebut hanya dimiliki spesies tertentu pada suatu kelompok fungsional tertentu, atau mungkin juga fungsi-fungsi ini hanya dimiliki oleh strain atau strain-strain tertentu dalam suatu spesies, atau kondisi lingkungan dimana tanaman tersebut tumbuh.

Subha Rao (1982) menganggap sebenarnya pemakaian inokulan mikroba lebih tepat dari istilah pupuk hayati. Ia sendiri mendefinisikan pupuk hayati sebagai preparasi yang mengandung sel-sel dari strain-strain efektif mikroba penambat nitrogen, pelarut fosfat atau selulolitik yang digunakan pada biji, tanah atau tempat pengomposan dengan tujuan meningkatkan jumlah mikroba tersebut dan mempercepat proses mikrobial tertentu untuk menambah banyak ketersediaan hara dalam bentuk tersedia yang dapat diasimilasi tanaman.

FNCA Biofertilizer Project Group (2006) mengusulkan definisi pupuk hayati sebagai substans yang mengandung mikroorganisme hidup yang mengkolonisasi rizosfir atau bagian dalam tanaman dan memacu pertumbuhan dengan jalan meningkatkan pasokan ketersediaan hara primer dan/atau stimulus pertumbuhan tanaman target, bila dipakai pada benih, permukaan tanaman, atau tanah. Pengertian pupuk hayati pada buku ini lebih luas daripada istilah yang dikemukakan oleh Subha Rao (1982) dan FNCA Biofertilizer Project Group (2006). Mereka hanya membatasi istilah pupuk hayati pada mikroba, sedangkan istilah yang dipakai pada buku ini selain melibatkan mikroba juga makrofauna seperti cacing tanah. Bila inokulan hanya mengandung pupuk hayati mikroba, inokulan tersebut dapat juga disebut pupuk mikroba (microbial fertilizer) Mikroorganisme dalam pupuk mikroba yang digunakan dalam bentuk inokulan dapat mengandung hanya satu strain tertentu atau monostrain tetapi dapat pula mengandung lebih dari satu strain atau multistrain. Strain-strain pada inokulan multistrain dapat berasal dari satu kelompok inokulasi silang (cross-inoculation) atau lebih. Pada mulanya hanya dikenal inokulan yang hanya mengandung satu kelompok fungsional mikroba (pupuk hayati tunggal), tetapi perkembangan teknologi inokulan telah memungkinkan memproduksi inokulan yang mengandung lebih dari satu kelompok fungsional mikroba. Inokulan-inokulan komersial saat ini mengandung lebih dari suatu spesies atau lebih dari satu kelompok fungsional mikroba. Karena itu Simanungkalit dan Saraswati (1993) memperkenalkan istilah pupuk hayati majemuk untuk pertama kali bagi
pupuk hayati yang mengandung lebih dari satu kelompok fungsional.

Cara Pembuatan Pupuk Kompos

Cara pembuatan pupuk kompos secara cepat pupuk atau pupuk alam pada umumnya. Semuanya itu merupakan unsur yang sangat penting untuk kesuburan tanah.
Pembuatannya ada yang tradisional 1-1,5 bulan (baru jadi), untuk mempercepat pupuk kompos supaya segera dipakai dan juga hasilnya bagus, bagaimanapun juga dengan kecepatan kita harus mempertahankan kualitasnya.

Pertama, siapkan bahan-bahannya terlebih dahulu. Daun-daun yang harus disiapkan (sisa-sisa makanan ternak), hampir semua makan ternak bisa karena mengandung kandungan nutrisi yang bagus untuk tanaman, disamping itu kita juga menyiapkan arang sekam (satu kaleng), dedak yang halus (satu kaleng), kotoran ternak dan karena daunnya masih utuh maka dipotong-potong terlebih dahulu (dicacah) paling panjang 2,5 cm, kemudian dicampur jadi satu. Setelah itu membuat tetes tebu, kalau tidak ada, kita bisa buat dari gula merah diencerkan kira-kira dua liter namun kita ambil lima sendok saja, kemudian EM4 (starter yang bisa kita beli). Kita ambil 5 sdm, kmdian kita siapkan air, kita campur dengan 10 liter air.

Kemudian kita letakkan di pasangan semen atau tikar yang rapat (yang teduh), kita ratakan di situ dengan ketinggian kira-kira maksimal 15 cm, untuk ukuran panjang terserah saja disesuaikan kondisi tempat dan tutupnya, yang penting ditutup rapat. Ditutup kira-kira empat hari.

Cara Membuat Pupuk Organik Cair

Penggunaan pupuk kimia secara terus-menerus berdampak buruk terhadap kualiatas lahan pertanian. Unsur hara tanah akan hilang. Hal ini berbeda ketika mempergunakan pupuk organik. Pengunaan pupuk organik baik padat maupun cair secara terus menerus justru meningkatkan kualitas tanah.


Pupuk organik selain lebih murah, juga efisien. Dengan memanfaatkan limbah organik, pupuk organik baik padat maupun cair bisa diproduksi sendiri. Secara sekonomi lebih murah dan tidak tergantung pabrik.

Seorang patani H Ali Mugni asal Desa Laban, Kecamatan Pedes, Kerawang Jawa Barat telah membuktikan hal itu. Dalam buku “Angin di Hamparan Karawang,” karangan Ratam S, Solihin T, A Agus, Eno Mayono, dan Hery Prasetiyo yang diterbitkan oleh Forum Petani Karawang dan Nastari ia menceritakan membuat pupuk cair organik dari limbah sabut kelapa. Pupuk cair serabut kapala ini sebagai pengganti pupuk KCl (kimia). Hsail panen dari lahan yang diberi pupuk cair ini juga tidak jauh beda ketika memakai pupuk kimia.

Berikut formula pupuk cair ala H Ali Mugni :

Bahan dan Alat
  1. Sabut kelapa 25 kg
  2. Satu drum bekas
  3. Air 40 liter

Cara pembuatan

  1. Sabut kelapa yang telah dibersihkan dimasukkan ke dalam drum.
  2. Tuangkan air ke dalam drum hingga separuhnya terisi.
  3. Drum harus tertutup rapat. Kedap air dan tidak terkena sinar matahari langsung.
  4. Diamkan rendaman hingga 15 hari.
  5. Setelah 15 hari buka tutup drum dan perhatikan air rendaman. Jika berwarna kuning kehitaman, pupuk cair siap dipergunakan.

Aturan Pakai
  1. Pemupukan lahan dilakukan dua kali dalam satu musim tanam
  2. Pertama sebagai pupuk dasar sebelum lahan ditanami atau pada fase pengolahan tanah
  3. Kedua pupuk diberikan setelah padi memasuki masa primordia (awal tumbuh). Pupuk disemprotkan pada batang padi tanpa dicairkan lagi (ditambah air)
Jadi Untuk Apa Kita menunggu segeralah gunakan Pupuk Organik Cair (Super M) / Pupuk Kompos (Bio Kompos) dari Arroyan.

Jamu Ternak | Hewan Peliharaan

Jamu Ternak / Jamu Hewan Peliharaan

Alroyan Membuat Jamu Ternak /Jamu Hewan untuk Ternak/Hewan Peliharaan anda, sangat Baik untuk pertumbuhan, kesehatan, serta rasa daging yang dihasilkan lebih enak.

Super M merupakan jamu dan bukan sebagai asupan tambahan, tetapi bukan cekok yang biasa beredar dipasaran, karena jamu merangsang saraf bekerja dengan baik, sebagai perbaikan jaringan yang rusak serta menambah daya tahan tubuh, juga menambah nafsu makan.

Untuk harga Jamu Ternak Silahkan lihat disini.

Jamu Ternak Super M untuk Ternak/Hewan Peliharaan Anda

Jamu ternak Super M guna merupakan pengembangan inovasi baru bioteknologi khusus di bidang peternakan, pertanian, dan perikanan dengan memanfaatkan mikroorganisme local yang bermanfaat dan menguntungkan melalui kultur campuran dengan konsep saling menguntungkan dan ramah lingkungan
Jamu Ternak / Jamu Hewan merupakan kultur campuran dari mikroorganisme yang menguntungkan untuk pertumbuhan dan produksi, sebagian besar terdiri dari bakteri lactobacillus sp, photoshyntetic, streptomices sp, yeast, dan bakteri lainya.
Jamu Ternak Super M tidak mengandung bahan kimia sehingga aman untuk ternak, tanaman, ikan, lingkungan dan yang menggunakanya.

KEGUNAAN
1. Menyeimbangkan mikroorganisme yang menguntungkan dalam perut ternak.
2. Memperbaiki kesehatan ternak.
3. Mencegah bau tidak sedap pada kandang dan kotoran ternak.
4. Bisa digunakan untuk pembuatan silase / hijauan pakan ternak.

Khasiat Jamu Ternak | Hewan

Ramuan tanaman obat pada umumnya dikonsumsi oleh manusia untuk tujuan menjaga kesehatan atau sebagai pengobatan beberapa penyakit tertentu. Sejak krisis moneter yang terjadi di Indonesia sampai saat ini harga obat-obatan buatan pabrik (impor) sangat mahal, sehingga tidak terjangkau oleh para petani ternak, khususnya peternak dalam skala menengah ke bawah. Oleh karena itu peternak berupaya mencari alternative lain dengan memanfaatkan beberapa tanaman obat sebagai obat tradisional yang disebut jamu hewan yang dapat diberikan dalam bentuk larutan melalui air minum dan atau dalam bentuk simplisia (tepung) yang dicampur kedalam ransum sebagai "feed additive" maupun "feed supplement". Tujuan makalah ini untuk mensosialisasikan dan menginformasikan manfaat dan khasiat dari tanaman obat sebagai jamu dan atau "feed additive" untuk ternak. Jamu hewan atau ramuan beberapa tanaman obat tersebut dapat dibuat sendiri oleh petani ternak dan harganya lebih murah dibandingkan obat pabrik, tetapi khasiatnya cukup baik untuk pencegahan maupun pengobatan pada ternak unggas, antara lain penyakit gangguan pernafasan (Snot dan CRD), koksidiosis, kurang nafsu makan, diare, feses hijau. Pemberian jamu hewan maupun tanaman obat obat sebagai "feed additive" sudah banyak dilakukan oleh peternak unggas (ayam lokal, ayam ras broiler, layer, puyuh, itik serta unggas kesayangan) di wilayah DKI, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Riau). Ternak ayam lokal (kampung) pedaging maupun petelur yang dipelihara pada kelompok ternak di Jakarta Selatan, setiap hari diberi larutan jamu hewan melalui air minum ternyata memberi respon positif terhadap pertumbuhan dan stamina ayam menjadi lebih baik (jarang sakit dan mortalitas rendah), lemak karkas sangat rendah, aroma daging dan telur tidak amis, warna kuning telur lebih oranye/skor diatas 7, serta bau kotoran ayam (ammonia) di sekitar kandang berkurang. Ternak ayam ras broiler, petelur maupun unggas lokal (ayam dan itik) yang diberi ramuan tanaman obat sebagai "feed additive" menunjukkan peningkatan terhadap efisiensi pakan dan kesehatan ternak

1. II. Menurut SRI SULANDRI , Peneliti dari Puslit Bioteknologi LIPI

JAKARTA-Ramuan obat tradisional dari bahan alami tumbuhan yang telah digunakan secara turuntemurun atau jamu, dilaporkan juga dapat menghindarkan unggas dari serangan virus flu burung (Avian Influenza/AI).

"Berdasarkan laporan dari sejumlah peternak unggas, penggunaan secara rutin jamu berupa ramuan seperti kunyit, bawang putih dan daun pepaya yang dicampurkan pada air minum atau pakan ayam dan burung puyuh menghindarkan ternak tersebut dari AI," kata Peneliti dari Puslit Bioteknologi LIPI Sri Sulandri.

dia menambahkan, bahan ramuan tanaman obat yang dipilih dari beberapa jenis seperti kunyit, langkuas, jahe, temulawak, atau kencur yang dibuat sesuai kepentingan dan fungsinya bisa menjadi ramuan yang biasa disebut jamu hewan. Jamu hewan bisa meningkatkan nafsu makan, menyehatka ."dari riset yang diujicobakan, pertambahan bobot badan ayam lokal yang diberi buah mengkudu nyata lebih tinggi dibanding jika tidak," katanya.(Sindo Sore//fit)

1. III. Menurut ,Dr drh CA Nidom MS, Pakar Flu Burung, dosen FKH Universitas AIrlangga (Unair) Surabaya

Pakar Biomolekuler dari Surabaya Dr drh CA Nidom MS menyatakan penyakit Flu Burung akibat virus avian influenza (AI) dapat dicegah dan disembuhkan dengan pengobatan tradisional melalui berbagai tanaman dan tumbuh-rumbuhan (herbal medicine) seperti temulawak, kunyit, dan lidah buaya (aloe vera).

"Upaya pencegahan dan penanggulangan virus flu burung sebetulnya relatif mudah dilakukan dan tidak memerlukan penerapan teknologi yang tinggi seperti yang selama ini diperkirakan masyarakat dan kalangan kedokteran," kata dosen FKH Universitas AIrlangga (Unair) Surabaya itu, Minggu.

dia yang juga aktif pada penelitian Flu Burung Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) itu menjelaskan struktur virus AI sebenarnya dapat rusak hanya dengan sabun (deterjen).

"Virus AI sangat peka dengan seluruh jenis disinfektan, termasuk bio-disinfektan, sehingga tidak memerlukan terknologi tinggi untuk menghambat virus tersebut. Cukup dengan pengobatan herbal, maka virus itu dapat hancur," katanya.

"Menurut ketua Asosiasi Dokter Hewan Perunggasan Indonesia itu, di Indonesia sendiri saat ini tersedia cukup banyak bahan herbal yang bisa digunakan menangkal menyebarnya virus flu burung seperti lidah buaya, temulawak, dan kunyit.

"Temulawak dan kunyit bisa dikonsumsi dalam bentuk minuman guna mencegah peningkatan konsentrasi sitokin dalam tubuh akibat inveksi virus AI dengan sub tipe H5N1. Itu efektif, mengingat kandungan curcuma yang ada pada keduanya berpotensi sebagai inhibitor terhadap sintesis sitokin," katanya.

Hal sama, katanya, juga terdapat pada tanaman lidah buaya. "Lidah buaya memiliki kandungan emodin dan scutellaria yang berfungsi sebagai antiviral. Bahan itu mampu menghancurkan enzim yang terdapat pada virus flu burung," katanya.

Namun, kata ahli forensik dan DNA (Deoxyribo Nucleic Acid) itu, formulasi herbal medicine yang tepat sampai saat ini masih menunggu para peneliti dari Fakultas Farmasi untuk merumuskannya, sehingga dapat digunakan menanggulangi virus flu burung.

ditanya tentang infeksi flu burung pada manusia, ia menilai hal itu bersumber dari sektor peternakan, karena itu penyelesaiannya harus bersifat terintegrasi dan terkoordinasi antar instansi.

"Departemen Pertanian sendiri sudah menetapkan sembilan langkah strategis guna menangani merebaknya virus itu, diantaranya biosekuriti yang ketat, depoluasi, vaksinasi, pengendalian lalu lintas, surveilians, penelusuran, dan public awareness melalui restocking, stamping out di daerah yang baru tertular, serta monitoring dan evaluasi," katanya.

Selain itu, Departemen kesehatan juga sudah menetapkan langkah penanggunalan virus flu burung, antara lain mencegah infeksi baru pada hewan/unggas, melindungi kelompok beresiko tinggi dengan biosekuriti, strategi surveilans sebagaimana diterapkan Deptan dan strategi komunikasi, informasi serta edukasi.

"Depkes juga mengeluarkan strategi menajemen kasus dan pengendalian infeksi di sarana kesehatan, peningkatan studi/penelitian kesehatan, dan menyatakan bahwa flu burung merupakan kejadian Luar Biasa (KLB) dalam skala nasional sehingga setiap orang harus benar-benar waspada," katanya. (*/erl)

1. IV. Menurut Ir Sumardi MSc, Peneliti dan dosen Fakultas Teknologi Pangan, Universitas Katolik Soegijapranata, Semarang

ditemukan, Jamu Jawa Penangkal Flu Burung

SEMARANG-Wabah flu burung (Avian Influenza) pernah meluluh-lantakkan peternak unggas (ayam dan burung puyuh) di Indonesia pada tahun 2003-2004. Sebanyak 16,23 juta unggas mati pada periode Agustus 2003-Juli 2004. Ribuan peternak besar dan kecil bangkrut gara-gara flu burung yang menyebar dari daratan Asia ke Indonesia.
untuk wilayah Jawa Tengah saja, kala itu ada 8,17 juta unggas yang mati sia-sia. Virus itu ternyata masih saja muncul pada tahun 2005. Flu burung tetap menjadi momok bagi peternak unggas. Tapi bangsa Indonesia masih beruntung. di tengah kebingungan dunia mencari penangkal penyebaran flu burung, ternyata ada warga Indonesia yang berhasil menemukan jamu agar unggas kebal terhadap flu burung.
Penemu itu adalah Ir Sumardi MSc, produsen jamu ternak merek Pro_Aktif yang masih bekerja sebagai dosen Fakultas Teknologi Pangan, Universitas Katolik Soegijapranata, Semarang. "Ini memang temuan tidak sengaja. Jamu sebagai penambah nafsu makan ternak agar cepat gemuk itu berupa campuran bubuk buah cabe jawa (Piper retrofractum Vahl), ekstrak rimpang temu lawak (Curcuma xanthorriza Roxb), ekstrak rimpang temu ireng (Curcuma aeruginosa Roxb), bubuk rimpang lempuyang wangi (Zingiber aromaticum, Val), madu lebah, gula tebu sebagai pengawet alamiah, dan air sebagai pelarut," kata Sumardi di Semarang, Senin (29/8) pagi.

Hasil Bersaudara
Ia menjelaskan, ekstrak temu ireng dan temu lawak efektif meningkatkan nafsu makan, sehingga mempercepat pembesaran, serta memperpendek masa pemeliharaan dan menghemat penggunaan pakan.
Temuan ramuan itu adalah kerja sama dengan kakaknya bernama Edi Sutrisno, lulusan STM. Mereka empat tahun silam beternak sapi dan kambing di kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Upaya penggemukan sapi dan kambing itu ternyata bisa diterapkan untuk ayam dan babi. Khusus pada ayam, dengan nafsu makan yang tinggi ini, ayam dapat makan apa saja, termasuk bekatul dan jagung.
Hasil penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa pada peningkatan pakan 60 persen, berat ayam bisa mencapai 1,7รข€“1,8 kg, apabila diberi pakan konsentrat 100 persen umur ayam hanya 27 hari.
Sementara bila konsentrat 50 persen dicampur dengan bekatul dan jagung 50 persen, untuk bisa mencapai berat 1,8 kg memerlukan waktu 31 hari.
Sedangkan bila pakan konsentrat 25 persen dicampur bekatul dan jagung 50 persen, umur ayam harus 36 hari.
"Akan tetapi jamu itu ternyata mengandung senyawa-senyawa yang dapat melemahkan virus flu burung. Hasil Uji Serologi Balai Veteriner Wates, Yogyakarta, pada awal Agustus 2005 menunjukkan virus yang melemah inilah yang membentuk antibodi pada ayam, sehingga memiliki daya tahan yang tinggi.
dari pengkajian lebih rinci ternyata ada beberapa senyawa dari keempat bahan jamu tersebut yang memiliki daya melemahkan flu burung," kata Sumardi.

Uji Coba
Pengujian lapangan dimulai pada 24 Juli 2005, dengan DOC (anak ayam) umur 2 hari di sebuah peternakan ayam di Jawa Timur dengan menggunakan empat perlakuan, masing-masing 100 ekor ayam. Pertama dengan kontrol tanpa perlakuan Pro_Aktif (tanpa jamu), kedua dengan pemberian dosis rendah, ketiga dosis sedang, keempat dengan dosis tinggi.pada umur empat hari ayam diberi perlakuan serangan flu burung secara buatan, dengan cara menempatkan ayam mati di sekitar kandang. Hasilnya, ayam kontrol (tanpa jamu) mati pada hari ke-5, dan pada hari ke-9 semua ayam kontrol sudah mati.pada saat ayam berumur 22 hari, lima sampel dari masing-masing ayam perlakuan (telah diberi jamu) dikirim ke Balai Veteriner Yogyakarta untuk diuji Tantang dengan Virus Flu Burung. Hasilnya ternyata semua ayam perlakuan itu lolos alias tidak terinveksi flu burung. Sebenarnya, jamu buatan Sumardi itu bukan hanya untuk penggemukan ayam, namun juga untuk ternak sapi, babi, dan kambing. "Penelitian tentang jamu itu sudah saya lakukan sejak empat tahun silam. ketika ada flu burung mewabah, saya mencoba melakukan penelitian sendiri dengan mendekatkan ayam yang terkena flu burung itu ke ternak ayam yang sudah saya beri jamu. Ternyata hasilnya ayam yang sudah saya beri jamu tidak tertular flu burung," tuturya.
Kabar itulah kemudian yang menjadikan Menteri Pertanian meminta agar temuan tersebut diselidiki lebih teliti di Balai Veteriner Wates, Yogyakarta. Penelitian pun dilakukan dengan membawa 12 ekor ayam usia 22 hari. di sana setiap ayam diberi 4 juta virus flu burung. Ternyata ayam itu tidak mati.
"yang pasti, jamu ini bukan untuk manusia. Sejauh ini tetap untuk penggemukan hewan. Jika kemudian bisa membuat kekebalan ternak terhadap flu burung, itu merupakan hasil sampingan," kata dosen ini.

setiap hari diberi larutan jamu hewan melalui air minum ternyata memberi respon positif terhadap pertumbuhan dan stamina ayam menjadi lebih baik (jarang sakit dan mortalitas rendah), lemak karkas sangat rendah, aroma daging dan telur tidak amis, warna kuning telur lebih oranye/skor diatas 7, serta bau kotoran ayam (ammonia) di sekitar kandang berkurang. Ternak ayam ras broiler, petelur maupun unggas lokal (ayam dan itik) yang diberi ramuan tanaman obat sebagai "feed additive" menunjukkan peningkatan terhadap efisiensi pakan dan kesehatan ternak

"Virus AI sangat peka dengan seluruh jenis disinfektan, termasuk bio-disinfektan, sehingga tidak memerlukan terknologi tinggi untuk menghambat virus tersebut. Cukup dengan pengobatan herbal, maka virus itu dapat hancur," katanya.

"Menurut ketua Asosiasi Dokter Hewan Perunggasan Indonesia itu, di Indonesia sendiri saat ini tersedia cukup banyak bahan herbal yang bisa digunakan menangkal menyebarnya virus flu burung seperti lidah buaya, temulawak, dan kunyit.

"Temulawak dan kunyit bisa dikonsumsi dalam bentuk minuman guna mencegah peningkatan konsentrasi sitokin dalam tubuh akibat inveksi virus AI dengan sub tipe H5N1. Itu efektif, mengingat kandungan curcuma yang ada pada keduanya berpotensi sebagai inhibitor terhadap sintesis sitokin," katanya.

"Berdasarkan laporan dari sejumlah peternak unggas, penggunaan secara rutin jamu berupa ramuan seperti kunyit, bawang putih dan daun pepaya yang dicampurkan pada air minum atau pakan ayam dan burung puyuh menghindarkan ternak tersebut dari AI," kata Peneliti dari Puslit Bioteknologi LIPI Sri Sulandri.

dia menambahkan, bahan ramuan tanaman obat yang dipilih dari beberapa jenis seperti kunyit, langkuas, jahe, temulawak, atau kencur yang dibuat sesuai kepentingan dan fungsinya bisa menjadi ramuan yang biasa disebut jamu hewan. Jamu hewan bisa meningkatkan nafsu makan, menyehatka ."dari riset yang diujicobakan, pertambahan bobot badan ayam lokal yang diberi buah mengkudu nyata lebih tinggi dibanding jika tidak," katanya

Cara Pembuatan Jamu Ternak | Hewan

A. Alat dan Bahan Membuat Jamu Ternak


Bahan
Untuk memperoleh larutan Jamu Ternak : "Bio Suplemen Altrnatif” dalam larutan 100 liter air, dibutuhkan bahan-bahan sebagai berikut :

NoBahanBanyaknya
1.Kunyit10 Kg
2.Jahe2.5 Kg
3.Gula / Molase5 Kg
4.Asam Jawa0.5 Kg
5.EM4200 Ml
6.Air100 Ltr
    Alat
    • Ember
    • drum plastik
    • gayung
    • blender/parutan
    • pengaduk
    • saringan dan
    • botol plastik kemasan
    Langkah pembuatan
    1. Blender atau parut kunyit dan jahe
    2. blender asam jawa yang telah dipisahkan dari bijinya
    3. Campurkan ketiga bahan tersebut dalam ember, kemudian aduk dengan tambahan gula/molase dan lakukan penyaringan
    4. Larutkan hasil saringan tersebut bersama larutan EM4 dalam 100 lt di dalam drum plastik
    5. Tutup drum plastik trsebut dan lakukan fermentasi slama 1 sampai 2 minggu.
    6. Selanjutnya hasil fermentasi siap diaplokasikan atau disimpan/dijual dalam botol-botol kemasan plastik

    B. Cara mengaplikasi dan menyimpan Jamu Ternak

    1. Larutkan setiap 0.5 – 1 ml Jamu Trnak dalam 1 liter air minum atau ditambahkan sebagai campuran konsentrat.
    2. Sebaiknya aplikasi dilakukan setiap hari
    3. Untuk memprtahankan mutu, simpan dalam kedaan trtutup ditmpat sejuk dan hindarkan dari sinar matahari langsung
    Mengingat besanya manfaat Jamu Ternak ini sbaiknya dilakukan penelitian lebih lanjut untuk diproleh komposisi bahan, jenis probiotik dan teknis pembuatan Jamu Ternak yang lebih baik, serta pengkajian pengaruh pemberian jamu ternak yang lebih akurat terhadap sapi dan ternak lain. Untuk lebih efisien dan lebih praktis Jamu Ternak dapat diproduksi masal dan profsional di tingkat lokal, baik oleh kelompok tani maupun Gabungan kelompok

    Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More